Kamis, 19 September 2019

APAKAH PACARAN SETELAH MENIKAH DI BENARKAN ??

APAKAH PACARAN SETELAH MENIKAH DI BENARKAN ??

Pacaran setelah menikah adalah hal yang sangat menarik untuk di perbincangkan. Sebagian besar orang membenarkan akan kalimat itu namun tak sedikit pula orang yang tidak membenarkan hal itu. namun untuk mencari kebenaran di antara dua pendapat, perlu kita memposisikan diri kita sebagai seorang yang tidak berpihak kepada siapapun/netral.

Terkadang kita beranggapan bahwa apalah arti sebuah kata, kata adalah susunan dalam sebuah kalimat yang terungkap melalui ucapan. Dalam konsep keyakinan, kita percaya apapun yang kita ucapkan dan apapun yang kita katakan semua bernilai do’a di mata Allah SWT.

Kenapa kita tidak berusaha belajar, kenapa kita tidak berusaha menyimpulkan pendapat orang lain dari sisi yang berdasarkan pemikiran kita dengan mengambil beberapa sample dari yang tidak setuju sampai yang setuju akan kalimat PACARAN SETELAH MENIKAH. Hanya karena kita merasa pihak yang satu alasannya benar sehingga kita melalaikan alasan dari yang lain.

Sebelum kalimat ini muncul, ada beberapa kalimat yang tidak di benarkan oleh siapapun. Entah apa dasarnya, penulis tidak tahu pasti. Penulis hanya berusaha menampilkan konteks di mana mayoritas tidak membenarkan apa yang di ungkapkan minoritas. Sebagai acuan buat kita dalam mengambil kesimpulan.

 Kalimat yang serupa yang terjadi di kaum Milenial ketika mereka berusaha memposisikan cinta sebagaimana fitrahnya sampai lupa bahwa satu kata mampu merubah kebaikan menjadi keburukan.

“AKU AKAN PERCAYA KALAU KAMU BENAR-BENAR MENICINTAIKU, JIKA KAMU SUDAH BISA MEMBERIKAN KASIH SAYANG SAMA DENGAN IBU KU” kalimat ini memang sekilas terdengar romantis dan sedikit bernilai positif. Karena dalam kalimat ini menggambarkan seorang pria yang berharap mendapatkan cinta yang baik, cinta yang suci.

Namun di lain sisi mayoritas tidak membenarkan hal ini. Kenapa?? Karena kasih sayang seorang Ibu tak akan bisa di samakan dengan  siapapun.
Dalam agama islam meyakini bahwa apapun yang kita katakan baik yang kita sengaja atau tidak di sengaja semuanya memiliki pertanggung jawaban. Apalagi dalam hal pernikahan yang memang pernikahan itu adalah ikatan di anatara dua insan yang di ikat atas nama Allah SWT.

“AKU AKAN MENCERAIKANMU” kalimat ini juga tidak begitu bernilai, tidak begitu berarti. Kenapa ?? Karena Kalimat itu belum pasti akan terjadi dengan melihat satu kata “AKAN”. Kalimat akan ini menggambarkan ketidak seriusan seseorang terhadap ucapannya. Namun mayoritas dari kita tidak membenarkan kalimat ini. Karena kalimat ini mengandung ancaman serius. Dan dalam beberpa kepercayaan kita mengatakan bahwa kalimat ini sudah mampu menjatuhkan Talak kepada pasangan itu sendiri.

“PACARAN SETELAH MENIKAH” semakin meningkatnya Ilmu pengetahuan, semakin banyak perubahan dalam sosial kita. Terutama dalam mengartikan sebuah kalimat/ucapan. Pacaran Setelah Menikah, mengandung dua kata sebelum dan sesudah kata SETELAH. Untuk menemukan kebenaran dan ketidak benaran dalam kalimat ini. kita harus mndefinisikan dua kata tersebut “PACARAN” dan “MENIKAH”.

Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang di kenal dengan pernikahan. ( Basudewa99, 09/2014 ).
Menikah atau pernikahan adalah bersatunya dua insan dalam satu ikatan yang di ikat oleh agama dan keyakinan.

Bagaimana kita memposisikan pacaran setelah menikah sedangkan arti dari pacaranpun tidak pantas di posisikan setelah menikah. Pacaran memiliki posisi yang beda dengan Pernikahan. Pernikahan di muliakan sedangkan pacaran tidak. Jika kita memposisikan pacaran setelah menikah. Maka kesucian pernikahan itu akan berubah makna, berubah arti ketika pacaran di tempatkan di dalamnya.
Apa yang ada dalam benak kita selama ini hanya berusaha menghilangkan makna baku dari kata pacaran.

Ada pernyataan dari beberapa kaum milenial, pacaran setelah menikah itu bukan untuk menodai pernikahan. Tapi untuk menerangkan bahwa di dalam pernikahan kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan termasuk h al yang di lakukan oleh pasangan yang berpacaran.

Sebenarnya hal ini juga masih keliru. Kenapa setelah kita melakukan hal mengenai pacaran dalam pernikahan kita katakan pacaran. Sementara apa yang kita lakukan  adalah keharusan atau kewajiban setelah menikah. Bukankah lebih baik jika kita menggabarkan hal itu dengan cara kita sendiri tampa memasukan unsur pacaran di dalamnya. Jika semua kewajiban yang kita lakukan setelah menikah menggambarkan unsur pacaran. Lantas di mana letak kesucian pernikahan.

Jika kita melihat dari sisi ini, maka pacaran dan pernikahan hampir tidak mempunyai jarak. Sementara dari sudut pandang berbeda pacaran dan pernikahan adalah kalimat yang memilki perbedaan yang sangat jauh.

Marilah kita bersama-sama mengembalikan fitrah masing-masing antara pacaran dan pernikahan. inilah pandangan seorang penulis ketika menempatkan diri penulis dengan tidak berpihak kepada siapapun.

Mohon maaf jika kalimat ini menyinggung perasaan pihak yang lain. Inilah pandangan penulis dari kaca mata penulis mengenai APAKAH PACARAN SETELAH MENIKAH DI BENARKAN.


Jika ada yang tidak setuju. Silahkan balas dengan Artikel tampa menyerang siapapun. hanya menjawab pernyataan tulisan ini

KUMPULAN KARAOKE DANGDUT HD

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Salam sehat, salam sejahtera bagi para penggemar dangdut. Tentunya kita ketahui bersama di kalan...